MANUSIA VS KERA : benarkah manusia dan kera berasal dari leluhur yang sama?

inspirasi gambar : https://rumahsejutaide.wordpress.com/2009/04/07/nabi-adam-as-manusia-pertama/

Sebenarnya saya heran kalo masih ada orang yang benar-benar percaya bahwa manusia itu berasal dari kera. tidak usah berpikir jauh- jauh, lihat saja ke cermin. wajah kalian yang cantik dan ganteng  itu masa iya berasal dari kera yang dengan kata lainnya kalian sama dengan monyet. saya sih AMIT-AMIT! dan kalo kita lihat dari segi agama
seharusnya kan kita percaya pada kitab Allah yang mengatakan manusia berasal dari nabi Adam A.S, manusia tulen dan gada sama sekali mirip-miripnya monyet/kera.
kalo menurut pandangan islam mengenai hal ini, dijelaskan dalam surat Al Hijr ayat 28 dan 29. Di Hadits Rasulullah saw bersabda : 
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu diciptakan dari tanah". (HR. Bukhari)
dan menurut pandangan kristen tentang hal ini terdapat dalam Kitab Kejadian pada Torah dan Alkitab pasal 2 dan 3, dan sedikit disinggung pada pasal 4 dan 5. 

Nah Jelas kan dari segi agama?dan hasil penelitian ilmiah juga telah membenarkan hal tersebut. tapi kok kenapa masih ada juga orang yang memegang teguh dogma bullshit ini (manusia berasal dari kera)? salah satunya yang menulis artikel Fakta Mengenai Manusia Berasal Dari Kera di Tribun News sekitar 5 bulan yang lalu.

Banyaknya orang yang tidak dapat membebaskan diri dari ketidakmasukakalan yang mungkin direncanakan ini disebabkan karena munculnya teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia dan kera modern mempunyai leluhur yang sama sehingga banyak orang-orang yang benar-benar percaya kalau manusia itu dari kera.

para evolusionis menyebut leluhur pertama manusia dan kera ini sebagai Australophitecus atau yang biasa disebut dengan "Kera Afrika Selatan". Pada akhirnya diketahui Australophitecus tak lain hanyalah spesies kera tua yang telah punah.

selanjutnya  para evolusionis mengklafisikan tahap evolusi manusia berikutnya sebagai "Homo" , yaitu manusia. menurut klaim para evolusionis, makhluk dalam tahap "Homo" ini lebih berkembang daripada Australophitecus dan ia tidak jauh berbeda dari manusia modern. manusia modern masa kini atau Homo sapiens,  konon terbentuk pada tahap akhir evolusi spesies tersebut.

kenyataannya, dalam skenario khayalan yang dikarang oleh para evolusionis, makhluk hidup yang disebut Australophitecus merupakan kera yang sudah punah dan serangkaian Homo adalah bagian dari berbagai ras manusia yang hidup di masa lalu dan  kemudian punah. para Evolusionis menata berbagai fosil manusia dan kera dalam suatu urutan dari yang terkecil hingga terbesar agar terbentuk skema "evolusi manusia". Namun pada kenyataannya tak satupun penganut teori evolusi mampu menggenggam sebuah fosil dan berkata “kami telah menemukan satu bukti evolusi” bahkan sampai hari ini. Fakta ilmiah telah menunjukkan bahwa fosil-fosil ini sama sekali tidak melibatkan proses evolusi.

sekarang, mari kita perhatikan Australophitecus dan Homo yang katanya para evolusionis melambangkan tahap skema manusia.

Australophitecus : Kera sejati

Para evolusionis mengklaim bahwa Australophitecus merupakan leluhur manusia modern yang paling primitif lalu kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa makhluk-makhluk ini mempunyai sifat yang paling penting, yang mengesankan mereka sebagai leluhur manusia yaitu sifat bipedalisme : menopang dengan dua kaki.

Namun pada akhirnya para evolusionis dibuat malu dengan ditemukannya fakta bahwa Australophitecus itu berpostur bungkuk dan tidak mungkin berjalan dengan dua kaki (hasil riset Charles E.oxnord pada tahun 1970-an). kajian terrpenting yang menunjukkan bahwa Australophitecus tidak mungkin bipedal muncul pada tahun 1994 dari riset seorang anatomis Fred Spoor dan timnya. kelompok ini melakukan pengkajian terhadap bipedalisme makhluk hidup yang telah menjadi fosil. Hasil penyelidikannya menunjukkan bahwa Australophitecus tidak mungkin bipedal. fakta ini menggugurkan semua klaim bahwa Australophitecus seperti manusia!

Homo : Manusia Sejati

Menurut skema khayalan para evolusionis, evolusi khayal internal rangkaian spesies Homo adalah : Homo erectus pertama, kemudian homo sapiens neandhertalensis kemudian manusia cro-magnon atau manusia masa kini.

padahal semua spesies yang telah kita sebut diatas tak lain hanyalah manusia asli. pertama, mari kita pelajari homo erectus yang katanya merupakan spesies manusia paling primitif oleh evolusionis.

Bukti terpenting yang menunjukkan bahwa Homo Erectus bukan spesies "Primitif" adalah fosil"Turkana boy", salah satu dari homo erectus tertua yang ditemukan.
fosil anak lelaki berusia 12 tahun yang tingginya 1,83 M sewaktu remaja.
Struktur kerangka tegak fosilnya tidak berbeda dengan  yang terdapat pada manusia modern. fosil ini merupakan salah satu dari potongan-potongan bukti terpenting bahwa homo erectus hanyalah contoh ras manusia modern lainnya. menurut buku Harun yahya yang berjudul Timelessnes and the reality of fate : potongan bukti lain yang menunjukkan bahwa homo erectus bukan spesies "primitif" adalah bahwa fosil-fosil ini berusia 27 ribu tahun dan bahkan 13 ribu tahun. fosil-fosil Homo erectus yang berusia 27ribu tahun ditemukan di pulau jawa. Di Rawa kow Australia, fosil berusia 13ribu tahun yang memiliki karakter homo sapiens-homo erectus  ditemukan.
semua fosil ini menunjukkan bahwa Homo Erectus terus hidup sampai waktu yang dekat dengan zaman kita dan tak lain mereka hanyalah ras manusia yang terkubur dalam sejarah.

kedua, homo sapiens neanderthalensis. para evolusionis menunjuk fosil manusia yang tergali di lembah neander, Belanda, yang dinamakan Manusia Neanderthal. Banyak peneliti kontemporer memasukkan manusia neanderthal sebagai sub-spesies manusia modern dan menyebutnya "Homo sapiens neanderthalensis". jelas bahwa ras ini hidup bersama manusia modern pada waktu dan daerah yang sama. penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa orang-orang Neanderthal mengubur kawannya yang mati, memakai instrumen musik, dan menggunakan jarum jahit dengan ditemukannya fosil berusia 26.000 tahun yang terrbukti telah digunakan orang-orang Neanderthal. orang yang memakai pakaian dan membutuhkan jarum jahit tidak bisa dianggap primitif.
Neanderthal : ras manusia

Diatas merupakan tengkorak manusia neanderthal yang ditemukan di Mesir. tingginya diperkirakan 1,83 Meter, volume otaknya sama dengan manusia modern yaitu 1.740 cc. yang nomor 2 merupakan fosil kerangka manusia neanderthal dan nomor 3 merupakan sebuah alat yang diyakini telah digunakannya. penemuan-penemuan tersebut menunjukkan manusia neanderthal ialah ras manusia tertentu yang berbaur dengan ras lain seiring dengan waktu.

ketiga, manusia cro-magnon. Manusia Cro-Magnon merupakan sekelompok manusia pemburu dan peramu yang kemungkinan memasuki Eropa dari Timur tengah dan akhirnya menggantikan manusia Neanderthal (sumber : wikipedia ).

Manusia cro-magnon hidup sekitar 30.000 tahun yang lalu. mereka memiliki tengkorak berbentuk kubah dan dahi yang lebar seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut
manusia cro-magnon


Tengkoraknya memiliki tonjolan alis tebal yang merupakan ciri manusia nenderthal dan erectus. volume tengkoraknya 1.600 cc, di atas rata-rata untuk manusia masa kini. menurut salah satu artikel Adnan oktar ; kendati Cro-Magnon dianggap suatu ras Eropa, struktur dan volume tengkoraknya tampak lebih mirip tengkorak ras-ras yang hidup di Afrika dan daerah tropis saat ini. Berdasarkan ini, Cro-Magnon diperkirakan sebagai suatu ras Afrika kuno. Sejumlah temuan paleoantropologi telah menunjukkan bahwa ras Cro-Magnon dan Neandertal saling membaur, kemudian mengawali ras-ras dewasa ini. Sekarang sudah diakui bahwa representasi dari ras Cro-Magnon masih hidup di beberapa wilayah di benua Afrika, dan di daerah Salute dan Dordogne di Prancis. Kelompok manusia berkarakteristik sama juga hidup di Polandia dan Hongaria.

tepatnya, manusia cro magnon ini merupakan ras manusia yang pernah hidup di zaman dulu dan bisa jadi telah berasimilasi & bercampur dengan manusia lain, atau telah punah dan menghilang dalam sejarah.

semua faktor ini menunjukkan bahwa skenario "evolusi manusia" yang dibuat oleh para evolusionis adalah kilasan khayalan semata. manusia tetaplah manusia dan kera tetaplah kera!
FIX


untuk lebih jelasnya mengenai rangkaian spesies homo menurut para evolusionis dapat kalian baca disini :)

sebagai kesimpulan, jejak fosil mengindikasikan bahwa makhluk hidup tidak berevolusi dari bentuk yang primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi justru semuanya muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan yang sempurna. meskipun kera mempunyai karakteristik yang menyerupai manusia, hal tersebut tak dapat mengubah kenyataan bahwa manusia dan kera merupakan makhluk hidup yang sangat berbeda jenisnya. Tanda-tanda Allah di langit dan di bumi sangat nyata dan tak dapat disangkal. Allah telah menciptakan manusia sebagai satu-satunya makhluk hidup yang dapat berbicara, berpikir, mengambil keputusan dan membangun peradaban dan komunikasi. semua itu merupakan keistimewaan dari Allah kepada manusia. dan bentuk anatomi yang dimiliki kera? itu juga merupakan keistimewaan yang diberikan Allah pada kera.



1 Comments

  1. Iya, dari sejarah dan fosil, bisa ditaik kesimpulan bahwa manusia bukan dai kera. Lagian, kalo benar manusia berasal dai kera, mestinya kera udah nggak ada lagi karena udah berubah jadi manusia. Buktinya keranya masih ada.

    ReplyDelete