Yang spesial akan tergantikan dengan yang slalu ada (?)

Judul di atas sempat menjadi trending topic di kos. Berawal dari seorang teman yang mengupdate postingan di instagramnya dengan caption “yang special akan tergantikan dengan yang slalu ada”,
temen-temenku yang sedang mengerjakan revisi skripsi akhirnya jadi diskusi kecil-kecilan. Saya sih hanya mendengarkan.
"Untuk apa mempertahankan yang spesial tapi jauh? daripada nanti menyesal karena yang slalu di dekat kita akhirnya pergi, mending putuskan yang spesial dan jalani hubungan yang baru dengan yang slalu ada".
"Betul. Cewek itu cuman ingin diperhatikan, sebesar apapun rasa sukanya ke orang yang spesial tapi jauh, pasti lama-lama akan hilang, berpindah ke orang slalu ada untuk kita, yang mengerti kedaan kita dan membantu kita. iya nggak?"
bla-bla-bla*yang paling saya ingat hanya kalimat itu :D*
***
Saya yang sejak tadi menyimak akhirnya berpikir, kenapa kata yang spesial akan tergantikan dengan yang slalu ada itu tidak berlaku kepada saya?
Menurutku sekali spesial tetap spesial. Karena cinta datang bukan dari pendekatan yang tekun, bukan pula dari kebersamaan yang lama. Cinta hadir karena adanya kecocokan jiwa, sehingga walau bertahun-tahun cintanya tidak akan layu, tidak akan hilang.
Saya punya 2 teman laki-laki yang dekat. yang pertama sejak SMA dan yang kedua sejak jadi Mahasiswa baru. Yang dekat sejak SMA ini, slalu antar saya tiap pergi kemana-mana. Kadang kalo weekend kita hang out bareng, kalo teman-teman yang lain nda bisa ikut ya hanya kita berdua. Berbisnis juga sama-sama. Tapi saya nda pernah tuh punya sedikit saja rasa yang aneh-aneh sama dia. Kalau yang dekat sejak Maba, rasa yang aneh-aneh itu juga nda pernah muncul. Meskipun sudah banyak kali dia bilang suka, saya tetap tidak goyah. Mau apapun yang dia lakukan dan yang dia katakan, rasa ini tetap hanya untuk-Nya, untuknya, untuknya, bukan untuk dia. Saya tetap anggap dia hanya teman biasa. 
***
Untuk apa mempertahankan yang spesial tapi jauh? daripada nanti menyesal karena yang slalu di dekat kita akhirnya pergi, mending putuskan yang spesial dan jalani hubungan yang baru dengan yang slalu ada
Mempertahankan yang jauh dan belum halal memang tidak ada gunanya, apalagi mempertahankan yang belum jelas+belum halal. Gampang sekali mereka bilang "putuskan yang spesial dan jalani hubungan yang baru dengan yang slalu ada", ini kalo 'yang slalu ada'-nya juga suka, punya rasa yang sama. kalo dia hanya anggap kamu tidak lebih dari teman atau sahabat, bagaimana? terus kalo memang punya rasa yang sama, yakin kamu bahagia karena sudah meninggalkan 'yang spesial nun jauh disana' padahal dia masih suka sama kamu? inget karma lho ya~
Cewek itu cuman ingin diperhatikan, sebesar apapun rasa sukanya ke orang yang spesial tapi jauh, pasti lama-lama akan hilang, berpindah ke orang slalu ada untuk kita, yang mengerti kedaan kita dan membantu kita. iya nggak?
Menurutku nggak, hal itu sudah di buktikan dengan pengalamanku yang memiliki 2 teman dekat laki-laki. Tidak bisa dipungkiri kalo cewek memang senang dengan yang namanya perhatian. tapi menurutku cewek yang normal tidak akan menjadi pengemis perhatian. Perhatian dari orang tua bukankah lebih dari cukup? kadang saya nda habis pikir, kenapa masih ada cewek yang haus perhatian, suka menuntut diperhatikan orang lain selain keluarganya. Jujur, saya malah kadang ilfeel kalo ada temanku yang cowok perhatian ke saya. I dnt know why~


***

Yang istimewa akan tergantikan dengan yang slalu ada jika yang slalu ada itu langsung ngajak nikah. hhaaa. Hmm jadi cewek jangan terlalu baper lah ya. Bisa jadi teman cowok yang slalu baik dan membantumu, yang kamu bilang slalu ada untukmu, tidak mencintaimu. Kalaupun kalian sama-sama saling mencintai, pikirkan lagi perasaan orang yang terlebih dahulu menjalin hubungan denganmu. kalau kamu bilang; cinta tidak bisa di paksakan, masa iya kita tetap jalani walau rasa itu sudah berpindah ke orang lain?, saran saya, coba deh berpikir dulu 1000x agar kamu benar-benar bisa membedakan yang mana cinta yang mana nafsu. 
Jadi bagaimana caranya agar tidak ada hati yang terluka dalam mencintai?
Kalau kamu memilih 'yang slalu ada', yang istimewa akan terluka. kalau kamu tetap memilih 'yang istimewa', yang slalu ada bisa jadi terluka karena mencintaimu. Dan suatu saat, kamu sendiri akan terluka karena 'yang istimewa' lebih memilih yang slalu ada disana daripada kamu. 
Tidak ada yang tidak mungkin, bukan? itulah akibatnya kalau menyimpan harapan tidak pada tempatnya. Postulat ketiga hukum Newton berbunyi:
"Every actian has an equal and opposite reaction"
Setiap ada aksi, akan ada reaksi yang melawan dengan besar  yang sama.
Semakin tinggi harapan, semakin besar kekecawaan yang diterima. aksi reaksi ini juga dapat disitilahkan sebagai sebab akibat; tidak ada kecewa jika tidak berharap.

Jadi, kalau tidak ingin terluka, JANGAN BERHARAP & JANGAN PACARAN. jangan menjalin hubungan sebelum nikah karena hubungan  tersebut hanya menimbulkan luka. Tempat sebaik-baik harapan adalah kepadaNYA bukan kepada manusia. Kita tidak dilarang mencintai, asalkan tau menempatkan diri. Serahkan semua doa dan harapan kepadaNYA, sehingga apapun hasilnya, bagaimanapun endingnya: pertemuan atau perpisahan selama-lamanya, kita tetap merasa bahagia. Percayalah, semua akan indah pada waktunya.

Pict source:
http://indobz.blogspot.co.id/2016/10/hargailah-mereka-yang-menyayangimu.html
https://mozaic.mataharimall.com/male/kelakuan-cowok-membuat-cewek-ilfeel/

12 Comments

  1. Laki-laki yang perhatian akan selalu kalah oleh laki-laki yang selalu ada. Selalu ada uangnya.
    Biaya nikah makin mahal, sis.

    Katanya sih, laki-laki akan menikahi perempuan yang dicintainya dan perempuan akan mencintai laki-laki yang menikahinya haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laki-laki yang slalu ada uangnya memang slalu menang. memenangkan hati orang tua, bukan hatinya si wanita. hhee apalagi klo sudah berbicara tentang uang panai' ya :D

      Delete
  2. Setuju dengan Anna. Langitkan segala harap hanya pada Allaah jangan pada manusia, secuil saja harap pada manusia bisa jadi kecewa. Intinya, bila tak ingin kecewa, bila tak mau ada luka, jangan pernah berharap pada makhluk-Nya. Juga jangan pacaran. Nice post.

    Keep istiqomah, dek.

    ReplyDelete
  3. Hai, Teh Anna, udah di follback ya..
    Setuju nih, jangan pacaran. Karena sejatinya tak ade lah pacaran islami gitu.

    Meskipun dulu sempat tersesat, tapi sekrang udah tobat..he
    Teh, aku boleh ya, pengen share buat di caption IG ini tulisannya, nanti aku camtumin sekalian sumbernya ko..

    Salam kenal ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih.
      siipp, boleh. Salam kenal balik :)

      Delete
  4. Saya sependapat dengan mbak, walaupun selalu ada belum tentu hatinya mengarah kepada kita loh. jadi cewek jangan ke-GR-an duluan, soalnya cowok mah gitu suka baik sama siapa aja apalagi sama cewek. Udah pengalaman kok.

    Yah tapi leibih baiknya sih yang selalu ada tuh diajakin serius aja, jangan mau di tarik ulur perasaannya, itu hati apa layangan neng. Hehehe...

    Insya Allah, suatu saat pasti bakal ada kok yang menjemput kamu. Kalau soal perhatian mah, jangan dicari, itu ortu apa gak lebih perhatian sama anaknya.

    Intinya jadi cewek kudu punya prinsip tetap, jangan goyah hanya karena perhatian, pujian, dan gombalan.

    ReplyDelete
  5. Hmm jadi baper bacanyaa mbak :') Semogaa dipertemukan dengan yang serius ya mbaak, aamiin. . #mohondoanya karena yg spesial tanpa kepastian pasti tergantikan dengan yang memberi harapan pasti untuk masa depan. eaaaa sudah saya folback mbak yaa, salam kenaal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dipertemukan dengan yang saleh dan serius mbk, aamiin :)

      Makasih mbk, salam kenal balik :D

      Delete
  6. Jika bicara soal hati ,tidaklah sesederhana dalam rangkain kata. HAri itu rumit, hati itu jelemit. Jika sudah jatuh cinta, bisa membutakan segala-galanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung dari jenis cintanya sih. karena menurutku cinta memang ada yang membutakan, tapi ada juga cinta yang mencerahkan.

      Delete