Coaching NBS (Nulis Bareng Sobatku): Menjadi Teladan Yang Baik

Aku memasuki ruang meeting yang kesemua sisinya bercatkan putih bersih; tampak meja yang berbentuk U dengan sebuah layar presentasi didepannya, spanduk berukuran sekitar 2x1 meter di sisi kanan pintu dengan tulisan "Pelatihan NBS, Nulis Bareng Sobatku", dan 3 orang kakak panitia yang langsung tersenyum menyambutku dan mempersilakanku duduk.

Ya, aku adalah peserta pertama yang hadir. Aku tiba di lokasi setengah jam lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan. Meski dalam keadaan sakit nampaknya aku terlalu bersemangat.

Apa itu NBS (Nulis Bareng Sobatku)?

NBS adalah salah satu program dari @sobatlemina, sebuah komunitas relawan anak yang berada dibawah payung Yayasan LemINA. 
LemINA atau Lembaga Mitra Ibu dan Anak merupakan organisasi non profit yang bergerak pada bidang peningkatan kualitas hidup ibu dan anak. 

Tujuan program NBS yaitu untuk memotivasi adik-adik SD menulis dan mengajari mereka menulis dengan baik dan benar. Program ini sudah memasuki periode keenam. Katanya, tahun ini adalah tahun istimewa karena relawan akan berproses bersama sobat-sobat kecil di dua sekolah dampingan baru yaitu SD Negeri Katangka Makassar dan SD Inpres Katangka Gowa. Sebelumnya yang menjadi sekolah dampingan LemINA adalah SDN Sungguminasa 4 dan SD Paccinongan 4 Makassar.

***
Pelatihan NBS ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan bekal kepada para relawan sebelum menghadapi adik-adik SD. Karena meskipun hanya sebuah kegiatan kerelawanan, kita harus belajar memberikan yang terbaik. Sehingga materi pelatihan sebagian besar berisi tentang metode-metode yang akan kita gunakan selama mengajar.

Sebagai contoh, sebelum mengajari adik-adik SD tentang penggunaan huruf kapital, kami akan memberikan sesi perkenalan yang asyik yang membuat adik-adik semangat menerima materi. Kemudian materi tidak akan kami sampaikan lewat metode ceramah sebagaimana yang biasa digunakan oleh kebanyakan guru *karena terbukti cara ini membuat para murid ngantuk, pusing dan bibir pecah-pecah, upss just kidding*, melainkan kami menyampaikan dengan cara mendongeng. 

Menurut kesaksian para relawan NBS tahun-tahun sebelumnya, mendongeng adalah metode yang paling efektif karena membuat adik-adik sangat bersemangat, mungkin karena cara ini adalah sesuatu yang baru bagi mereka.

Kemudian agar adik-adik tidak mudah bosan dan tetap fokus, kami akan memberikan games dan ice breaking disela-sela proses pembelajaran. Kak Ical selaku pemateri Ice Breaking sudah memberikan banyak contoh games yang bisa kami gunakan nanti.

Dok. by panitia

Pelatihan NBS berlangsung selama 2 hari, mulai dari  tanggal 01 sampai 02 September 2018 di Gedung BaKTI Jl. H.A.  Mappanyukki nomor 32. Sayangnya di hari kedua aku tidak bisa hadir karena sakitku semakin parah.

Alasan Daftar Jadi Relawan NBS

Jujur, aku sebenarnya menyadari bahwa aku ini tidak memiliki bakat mengajar. Lalu kenapa tetap daftar? Karena aku yakin disetiap kegiatan volunteering itu mengandung banyak pelajaran dan nilai-nilai kehidupan yang akan sangat rugi jika kulewatkan. Seperti dalam sesi pelatihan ini misalnya, aku sudah mendapatkan ilmu baru tentang beberapa ilmu menulis yang baru kuketahui.

Selain itu, alasan utama kenapa aku tetap ingin menjadi relawan meski sampai saat ini aku masih belum bisa membayangkan bagaimana modelku nanti ketika mengajar dan masih sibuk menata mental karena sudah gugup duluan, adalah karena aku sadar; seorang wanita itu, mau-tidak mau, suka-tidak suka dan siap-tidak siap, harus bisa menjadi seorang guru atau teladan yang baik minimal terhadap anak-anak mereka kelak. :D

Karena itu aku disini, mempersiapkan diri, menjadi guru teladan bagi anak sendiri, nanti~

Dok. by panitia

0 Comments